Menikmati Jadah, Memahami Tempe – Imam Sujangi

Apa yang kawan-kawan cari ketika menyambangi Kaliurang? Udara yang sejuk lagi bersih, dan Gunung Merapi jarang emosi? Betul sekali, itu memang indah sekali.

Tapi, bagi saya secara pribadi, yang saya cari ketika berkunjung ke daerah wisata yang terkenal itu adalah jadah tempe. Seperti namanya, jadah tempe terdiri dari dua hal yang seakan saling melengkapi, yaitu jadah dan tempe.
Mereka adalah dua hal yang berbeda secara tampilan fisik dan rasa, tapi bisa menyatu. Jadah sendiri merupakan

panganan yang terbuat dari beras ketan, memiliki tektur yang lengket, tapi rasanya gurih luar biasa.

Tempe pada jadah bukanlah tempe sembarangan. Tapi yang pada proses fermentasinya dibungkus satu persatu dengan daun pisang sehingga memiliki sentuhan personal tersendiri.

Setelah fermentasi oleh ragi itu selesai, tempe kemudian dibacem dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, garam, kecap, lengkuas, serai, daun salam, gula merah, dan kelapa.

Ada proses panjang untuk menghasilkan jadah tempe ini. Tentu saja, proses yang membutuhkan kesabaran tersebut menghasilkan perpaduan yang unik, yang membuat air liur saya penuh ketika melihat bentuknya saja.

Rasanya? Mantap, gurih jadah dan manisnya tempe bacem itu seperti merasakan keindahan alam Kaliurang di tengah sejuknya udara dari pepohonan. Membuat nyaman, membuat ketagihan.

Bagi saya jadah tempe bukan sekadar makanan khas Kaliurang. Jadah tempe adalah filosopi. Filosopi tentang perbedaan yang seharusnya menimbulkan kenikmatan hidup di dunia.

Saya memandang jadah tempe sebagai perlambang bersatunya rakyat dengan pemimpin, RENGKET kalau kata orang jawa.

Jelasnya seperti ini, hubungan yang erat antara pemimpin baik eksekutif maupun legislatif harus dekat dan menyatu dengan rakyat. Demi memahami dan mengerti apa yang dikehendaki rakyat maka pemimpin harus berproses menghadapi pikiran serta aspirasi rakyat yang multidimensi.

Jika itu berjalan dengan baik, saya yakin, pada waktunya Indonesia akan seperti jadah tempe. Tersusun dari hal yang berbeda, tapi tetap nikmat di lidah dan tidak membikin pusing kepala.

Leave a Reply